Kenaikan Harga Cabai di Kalteng: DPRD Khawatirkan Beban Ekonomi Warga Kurang Mampu

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 05:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalteng, Siti Nafsiah.Foto:Dok/1tulah.com

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalteng, Siti Nafsiah.Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Kondisi pasar di Kalimantan Tengah (Kalteng) baru-baru ini diwarnai dengan fluktuasi harga komoditas pangan, terutama cabai.

Menanggapi fenomena ini, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalteng, Siti Nafsiah, memberikan perhatian serius terhadap dampaknya bagi daya beli masyarakat.

Kenaikan harga cabai yang signifikan diharapkan tidak menjadi pemicu kelangkaan barang maupun kenaikan harga pada komoditas pokok lainnya.

Kekhawatiran Terhadap “Efek Domino” Kenaikan Harga

Cabai merupakan salah satu bahan penting dalam masakan masyarakat Indonesia, termasuk di Kalteng. Kenaikan harga yang drastis dikhawatirkan dapat menjalar ke bahan pokok (bapok) lainnya.

“Kita melihat beberapa waktu lalu harga cabai mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kami berharap agar kenaikan harga tidak terjadi pada bahan pokok lainnya,” ucap Siti Nafsiah saat memberikan keterangan, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, jika kenaikan ini tidak segera diredam, dikhawatirkan akan terjadi:

  • Kelangkaan Komoditas: Stok barang yang menipis di pasar akibat distribusi yang terhambat.

  • Inflasi Daerah: Meningkatnya indeks harga konsumen secara keseluruhan di Kalimantan Tengah.

  • Beban Ekonomi Keluarga: Terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah yang harus mengatur ulang pengeluaran kebutuhan dasar.

Baca Juga :  Heriyus: Pembangunan Murung Raya Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Stabilitas Harga: Kunci Kesejahteraan Masyarakat

Stabilitas harga pangan bukan sekadar isu ekonomi, melainkan fondasi kesejahteraan sosial. Kenaikan harga yang tidak terkendali dapat memberikan beban berat bagi warga dalam memenuhi kebutuhan gizi harian.

Siti Nafsiah menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga psikologi pasar agar tidak terjadi kepanikan atau spekulasi harga.

“Stabilitas harga bahan pokok sangat penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat. Kenaikan harga yang tidak terkendali dapat memberikan beban berat bagi mereka dalam memenuhi kebutuhan dasar,” tegasnya.

Langkah Antisipasi yang Diharapkan dari Pemerintah Daerah

DPRD Kalteng melalui Komisi II mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengambil langkah proaktif. Beberapa poin yang menjadi sorotan antara lain:

  1. Operasi Pasar Murah: Menyelenggarakan pasar murah secara berkala di titik-titik strategis untuk menekan harga.

  2. Pemantauan Stok: Melakukan pengawasan ketat terhadap rantai pasokan dan distributor agar tidak ada penimbunan.

  3. Koordinasi Lintas Sektor: Memperkuat sinergi antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan.

  4. Subsidi Transportasi: Mengkaji kemungkinan subsidi biaya angkut jika kenaikan dipicu oleh tingginya biaya logistik antarwilayah.

Baca Juga :  Hadiri Rakorda PSI di Kupang, Jokowi Pesan Kader Aktif Bantu Warga: "Jangan Dikit-dikit ke Solo"

“Kami berharap pemerintah daerah dapat melakukan berbagai upaya antisipasi secara proaktif, agar harga tidak terlampau tinggi dan memberatkan masyarakat,” pungkas Siti Nafsiah.

Kenaikan harga cabai di Kalimantan Tengah menjadi alarm bagi otoritas terkait untuk memperketat pengawasan pasar. Dengan intervensi yang tepat dan cepat, diharapkan harga bahan pokok tetap stabil dan terjangkau, sehingga roda ekonomi masyarakat tetap berputar dengan baik. (Ingkit)

Berita Terkait

DPRD Kalteng Dorong Percepatan Jalan Pekahi–Mendawai, Pangkas Jarak Ratusan Kilometer di Katingan
KH Ma’ruf Amin Tekankan SDM Unggul dan Teknologi untuk Kelola Sumber Daya Alam
Mura Expo 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan UMKM
Buntut Temuan Emas 74 Kg di Sentul, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dicecar 20 Pertanyaan selama 7 Jam
Mengenakan Rompi Tahanan Pink dan Tangan Terborgol, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung
Lomba Jajanan Tempo Dulu Meriahkan Festival Budaya Tira Tangka Balang 2026
Siaga Karhutla 2026, Rahmanto Dorong Patroli dan Deteksi Dini Diperkuat
Potensi PAD Bocor? DPRD Kalteng Minta Bapenda Lakukan ‘Silang Data’ dengan BPH Migas
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:00 WIB

DPRD Kalteng Dorong Percepatan Jalan Pekahi–Mendawai, Pangkas Jarak Ratusan Kilometer di Katingan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:53 WIB

KH Ma’ruf Amin Tekankan SDM Unggul dan Teknologi untuk Kelola Sumber Daya Alam

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Mura Expo 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Mengenakan Rompi Tahanan Pink dan Tangan Terborgol, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Lomba Jajanan Tempo Dulu Meriahkan Festival Budaya Tira Tangka Balang 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Siaga Karhutla 2026, Rahmanto Dorong Patroli dan Deteksi Dini Diperkuat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:40 WIB

Potensi PAD Bocor? DPRD Kalteng Minta Bapenda Lakukan ‘Silang Data’ dengan BPH Migas

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:33 WIB

37 Ribu Siswa Jadi Korban Keracunan MBG, Pengelola SPPG Bisa Terancam Jerat Pidana

Berita Terbaru